Kip4u’s Weblog

Keep 4 U brother…

Archive for July 2nd, 2008

Lirik Lagu ST12 – Puspa

Posted by kip4u on July 2, 2008

Setelah sukses dengan album sebelumnya bertajuk ‘Jalan Terbaik”, kini ST12 kembali berkarya dengan mengeluarkan new release. Salah satu dari tiga lagu yang diciptakannya adalah Puspa (Putuskan Saja Pacarmu) menjadi hits yang mulai masuk top 10 di radio-radio lokal Indonesia.

Bagi kamu yang ngebet banget ama ST 12, dan pengen mendapatkan lirik lagu Puspa dari ST 12, berikut aku bagikan liriknya :

ST12 – PUSPA (Putuskan Saja Pacarmu)

kau gadisku yang cantik
coba lihat aku disini
di sini ada aku yang sayang padamu

kau gadisku yang manis
coba dekat aku disini
di sini ada aku yang cinta padamu

* walau ku tahu bahwa dirimu
sudah ada yang punya
namun aku tunggu sampai kau mau

reff:
woo woo jangan jangan kau menolak cintaku
jangan jangan kau ragukan hatiku
ku kan selalu setia menunggu
untuk jadi pacarmu

woo woo jangan jangan kau tak terima cintaku
jangan jangan kau hiraukan pacarmu
putuskanlah saja pacarmu
lalu bilang I LOVE U padaku

repeat *
repeat reff [2x]

Untuk mendengarkan lagu Puspa dari ST12 silakan beli kaset atau Cdnya untuk mendukung artis yang bersangkutan. Jangan beli yang bajakan ya… Dan bagi kalian yang gemar download lagu atau MP3 gratis di internet silakan download lagu St12 – Puspa di situs atau forum kesukaan kamu. Tapi inget jangan di perjualbelikan, cukup untuk konsumsi pribadi aja.

Selamat menikmati Lirik Lagu Puspa dari ST12.

Read the rest of this entry »

Posted in Entertainment | Tagged: | Leave a Comment »

Afgan My Confession No.1

Posted by kip4u on July 2, 2008

Ketertarikan Afgan pada musik R&B dan jazz, kiranya memang sangat mempengaruhi karakter vokalnya sebagai pendatang baru dari genre Soul, Pop, R & B, dan Jazz di Indonesia. Melantunkan Terima Kasih Cinta, –single dari album perdana bertajuk Confession No.1 ini, Afgan kini hadir sebagai pendatang baru blantika musik pop Indonesia yang terinspirasi oleh nuansa John Legend dan Stevie Wonder.

Tanpa Batas Waktu menjadi track pembuka album. Sebuah nomor rancak dalam influence R & B yang manis dengan sedikit sentuhan techno nan lembut.

Selanjutnya sebagai track kedua, sejenak Afgan melakukan cooling down lewat lagu single-nya, Terima Kasih Cinta. Sebuah performa orisinil dari karakter suaranya yang smooth, charming and romantic.

Di nomor ketiga dan keempat, Klise dan Entah, Afgan kembali menaikkan beat pada album ini. Dalam format R & B, Afgan mengentak, namun tetap terkesan cool.

Kemudian, di lagu kelima, Yang Kutahu Cinta Itu Indah Afgan tampil dalam nuansa orkestra dan akustik menyayat lembut. Afgan berduet dengan Nagita Slavina, yang menjadi lead di bait awal lagu ini mengalun.

Cool, smart, and shy. Secara menyeluruh, hingga 8 lagu selanjutnya dari 13 tracks yang ditampilkan Afgan, kiranya begitulah kilas penampilan yang langsung terlihat pada sosok bernama Afgan ini. Dan ketika meluncurkan tarikan vokalnya, kesan yang muncul mengiringi kilas penampilan tersebut adalah smooth, charming and romantic, baik dari nuansa soul-pop, R& B dan Jazz di album ini.

Afgan memang memiliki karakter vokal yang cool and groovy. Ia mampu memainkan dengan apik kombinasi permainan nada falsetto yang kemudian diteruskan dengan legato. Improvisasi gaya black music pada sentuhan vokal Afgan itu mampu menyentuh emosional, namun tetap komunikatif bagi pendengarnya untuk memberikan kesan mendalam akan makna lagu tersebut.

Terbukti, eksplorasi musik Afgan di sini begitu penuh warna. Sesekali, ia mengentak lembut di nomor-nomor R & B selanjutnya seperti 6, 9, serta 11. Sesekali pula vokal pun menari-nari dalam format swing ringan yang dibalut techno sound yang renyah seperti lagu 7 dan 12. Tak lain, Biru di sini adalah interpretasi ulang Afgan atas lagu yang pernah dibawakan secara apik oleh Vina Panduwinata.

Dan sebagai nomor pamungkas, Afgan meletakkan ….sebagai lagu terakhir atau track 13, penutup album ini. Begitu smooth, charming and romantic dari nuansa soul-jazz yang dibangun dari kepekaan Afgan akan indah dan nikmatnya membawakan jenis musik ini kepada telinga pendengar musik Indonesia yang membutuhkan penyegaran baru. Dan pada tanggal 25 Januari 2008 nanti, Afgan akan membuktikannya!

Yang Mau Download Lagunya

Betapa Aku Cinta Padamu

Biru

My Confession

Entah

Hanya Ada Satu

Hilang Rasa

I.L.U

Klise

Sadis

Shanty Lussy

Tanpa Batas Waktu

Terima Kasih Cinta

Yang Kutahu Itu Indah Feat Nagita Slavina

Posted in Music | Tagged: | Leave a Comment »

War Game Cossacks

Posted by kip4u on July 2, 2008

The Cossacks (Russian: Каза́ки́, Kazaki; Ukrainian: Козаки́, Kozaki; also known as Polish: Kozacy, originally derived from Turkic Qazaqlar) are a group of martial people living in the southern steppe regions of Eastern EuropeCossack host, which allows to distinguish individual Cossack groups by their location, history, traditions and even military roles. and Asia. The Cossacks themselves make up a

Although several theories exist on the formation of Cossacks, towards the end of the 14th century two Cossack hosts emerged: one on the Don river and the other on the lower Dnieper river. Joined by numerous RuthenianMoscow and Lithuania. By the start of the 16th century they swelled into large militant states. The Don Cossack Host, allied with the Tsardom of Russia, began a systematic conquest of conquering and colonizing lands to secure her borders on the Volga, the whole of Siberia, the Yaik and the Terek Rivers. migrants who left the adjacent northern states of

The Dnieper Cossacks of Ukraine formed the Zaporozhian Sich. Initially allied with Polish-Lithuanian Commonwealth, the increasing social and religious pressure by the Commonwealth caused the Cossacks of Ukraine to proclaim a Hetmanate and to initiate a rebellion under Bohdan Khmelnytsky in the mid-17th century. Afterwards the Treaty of Pereyaslavl with the Russia ensured that Poland would never recover from the defeat.

In the 18th century the rising Russian Empire’s expansion ambitions relied on ensuring the loyalty of the Cossacks, and this caused tension with their traditional independent lifestyle, resulting in rebellions led by Stenka Razin, Kondraty Bulavin and Yemelyan Pugachev. In extreme cases whole Hosts could be dissolved as was the fate of the Zaporozhian Sich in 1775. By the end of the 18th century, the Cossacks became a special social estate (sosloviye) that served as border guards on national and internal ethnic borders as was in the case of the Caucasus War, regularly supplied men to any conflict such as the numerous Russo-Turkish Wars. In return they would enjoy a vast social autonomy. This caused them to form a streotypical portrayal of 19th century Russian Empire abroad and her government domestically.

During the Russian Civil War Cossack regions became the main centres for the Anti-Bolshevik White movement, a portion of whom would form the White Emigre. At the hands of the Red Army and after its victory, the Cossack lands were subjected to famine, and suffered extensive repressions that were relaxed only in the mid-1930s. During the Second World War Cossacks fought for both the Soviet Union and collaborated with Nazi Germany. After the Collapse of the Soviet Union, the Cossack lifestyle blossomed in Russia. Many fought in Post-Soviet Conflicts and there are special units in the Russian Military wholly made of them. Russian Cossacks also have a parallel civil administration and police duties in their homelands and are now an integral part of Russian society. There are also Cossack organizations in Kazakhstan, Ukraine and other countries.

Download the Game

Part 1

Part 2

Crack Cossacks

Posted in games, software | Tagged: , | Leave a Comment »